in Berita

Informasi Dana BOS adalah Informasi Publik

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dialokasikan bagi SD dan SMP sederajat melalui anggaran negara telah berjalan seiak tahun 2005 namun pelaksanaannya masih saja banyak kendala dan penyimpangan, terutama secara teknis di lapangan sebagai akibat kurangnya informasi dana BOS tersebut yang bisa diakses publik.

Hal inilah yang mendasari The Gowa Center untuk melaksanakan diskusi tematik terkait impelementasi Dana BOS terutama kewajiban sekolah untuk mengumumkan laporan-laporan kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah, terutama laporan penggunaan dana BOS.

“Dokumen terkait pengelolaan Dana BOS adalah termasuk dokumen publik yang wajib diumumkan dan disediakan oleh setiap pengelola Dana BOS, Dokumen ini tidak termasuk dalam informasi yang dikecualikan sesuai Pasal 17 UU No. 14 Tahun 2008 dan juga tak ada aturan yang mengharuskannya ditutup.” Demikian disampaikan Mattewakkan, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan dalam diskusi tersebut. Mattewakkan menyampaikan materi dengan tema Keterbukaan Informasi Dana BOS, Sabtu 30 April kemarin.

“Oleh karena itu masyarakat jangan ragu-ragu untuk mengakses dokumen-dokumen tersebut. Undang-undang sudah menjamin hal tersebut. Juga diharapkan pengelola Dana BOS bisa profesional dengan memberikan dokumen-dokumen tersebut jika diminta oleh masyarakat,” katanya lebih lanjut.

Dalam diskusi ini juga turut jadi pembicara adalah M. Basri (Dinas Pendidikan Prov. Sulsel) yang menyampaikan materi “Pengelolaan Dana BOS”, La Ode Arumahi, SH (Ombudsman Kota Makassar) yang membahas “Transparansi dalam Pengelolaan Dana BOS”.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor the Gowa Center, Jl. Borongtala, Tamallayang Gowa. Peserta diskusi ini terdiri atas Kepala SMP dan Komite Sekolah se Kecamatan Bontonompo Gowa, perwakilan orang tua murid, aktifis LSM, dan para kepala desa.(*)

Write a Comment

Comment