in Aktifitas, Berita, Penyiaran

KPID Sulsel EDP Dua Radio Swasta

Suasana EDP KPID Sulsel

Ketua KPID Sulsel, Mattewakkan, sedang memberi sambutan sebelum pelaksanaan EDP

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan (KPID Sulsel) melakukan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) terhadap perpanjangan izin dua radio swasta, yaitu Fajar FM (Makassar) dan Makara FM (Palopo) bertempat di Ruang Rapat Grahapena, Kamis (27/7/2017).

Ketua KPID Sulsel, Mattewakkan, dalam sambutannya mengatakan bahwa EDP ini merupakan salah satu rangkaian dari proses perijinan yang harus dilalui oleh lembaga penyiaran untuk mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) setelah melewati verifikasi administrasi dan teknis dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

EDP adalah forum yang diselenggarakan oleh KPI/ KPID untuk menilai kelayakan Pemohon untuk mendapatkan atau memperpanjang IPP.  Dalam proses EDP ini KPID Sulsel melihat dari aspek program siaran yang akan dilakukan oleh lembaga penyiaran seperti diajukan dalam proposal permohonan mereka. Olehnya itu, EDP melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti akademisi, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah daerah dan kementerian.

Mattewakkan menegaskan EDP bertujuan untuk mengetahui sejauh mana isi siaran yang telah dan akan disiarkan oleh kedua radio tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, terutama tentang kepatuhan terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).  Ketua KPID Sulsel ini juga menghimbau perlunya netralitas lembaga penyiaran dalam pelaksanaan Pilkada tahun depan.

Lebih lanjut Koordinator Bidang Pengelolaan Infrastruktur dan Sistem Penyiaran, Hasrul Hasan, yang memandu jalannya EDP menambahkan bahwa intinya adalah frekuensi yang telah dipinjam dari rakyat melalui negara tersebut sudah digunakan selayaknya selama ini? Selanjutnya mau digunakan seperi apa lagi? Serta dimana manfaatnya bagi kepentingan publik.

Hadir sebagai panelis, Rusdin Tompo mengatakan jika sejauh ini lembaga penyiaran radio masih minim mengangkat konten lokal.

“Kita masuk di era global, tapi jangan lupa kita tetap harus lokalistik. Dibayangan saya, radio sekarang punya acara seperti Makassar Kekinian, Makassar Trendy. Di Makassar ada 250 komunitas dan setiap komunitas harusnya mendapatkan tempat di media,” ujar mantan komisionet KPID dua periode tersebut.

Hadir pada EDP ini adalah seluruh komisioner KPID Sulsel,  Kepala Bidang Informatika Dinas Komifo Makassar, Johansyah Mansyur, mewakili pemerintah, mantan Ketua KPID Sulsel Bapak Rusdin Tompo selaku panelis ahli dan Ibu Dewi Arisyanti mewakili Balai Monitor Frekuensi Sulsel.