in Aktifitas

Mediasi LSM Amati dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan

Masih soal mediasi. Kali ini Komisi Informasi Sulawesi Selatan melakukan proses penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi yang melibatkan antara LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (LSM Amati) sebagai Pemohon dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan sebagai Termohon. Mediator penyelesaian sengketa ini adalah Rayudaswati Budi, S.Sos, M.Si dan Mattewakkan, S.IP.

Dari pihak Pemohon diwakili oleh Sekjend LSM Amati – Khairil – sedangkan dari pihak Termohon diwakili oleh Kepala UPTD Pembinaan dan Pengembangan Mekanisme Perikanan Tangkap, yaitu Ir. H. Bahtar Lewa, MT. Mediasi dilakukan di ruang mediasi kantor Komisi Informasi Propinsi Sulawesi Selatan.

Pemohon telah menyampaikan Surat Permintaan namun sampai selesai masa jawab Termohon tidak merespon surat tersebut. Oleh karena itu, LSM Amati selaku Pemohon mengajukan Surat Keberatan ke atasan Termohon, yaitu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan. Meski surat keberatan tersebut telah direspon oleh atasan Termohon namun pihak Pemohon belum merasa puas sehingga mengajukan permohonan penyelesaikan sengketa ke Komisi Informasi Sulawesi Selatan.

Permintaan informasi yang dilakukan Pemohon adalah menyangkut informasi dan dokumen terkait Proyek Pengadaan Kapal Perikanan 30 GT dan Alat Tangkap Purse Seine yang dianggarkan di Tahun 2013. Permintaan tersebut ditujukan ke UPTD Pembinaan dan Pengembangan Mekanisme Perikanan Tangkap. Mediasi berakhir dengan tercapainya kesepakatan bahwa Termohon akan menjamin hak-hak Pemohon untuk memperoleh informasi publik di tempat Termohon sesuai mekanisme yang telah diatur oleh undang-undang (21/11/2013).

Write a Comment

Comment

  1. jangan pernah berhenti buat Lsm Amati ,moga jadi wakil bagi masyarakat dan teman aktivis yang bermoral dengan berazaskan pancasila dan UUD 1945